Rabu, 25 Juni 2025

Informasi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru YPP Al-Falah Tahun 2025


INFORMASI
Penerimaan Calon Peserta Didik Baru
Tahun Ajaran 2025/2026

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yayasan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah Kec. Pogalan Kab. Trenggalek, menerima Pendaftaraan Calon Peserta Didik (Santri) Baru Tahun Ajaran 2025-2026 untuk Program dan Jenjang Pendidikan meliputi:
  1. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qur'an Nurul Falah
  2. Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah
  3. Madrasah Diniyah Riyadlotul Uqul (MISRIU) Pondok Pesantren
-----
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN:
  1. Beragama Islam
  2. Berahlakul Karimah
  3. Ahlussunnah wal Jama'ah
  4. Cinta NKRI
  5. Cinta Pancasila
  6. Foto Copy Kartu Keluarga
  7. Foto Copy NISN
  8. Foto Copy Ijazah dan SKL (menyusul)
  9. Mengisi Form Pendaftaran Online Klik DISINI
-----
PROGRAM UNGGULAN MA & MTs:
  1. Tahfidzul Qur'an
  2. Pengajian Kitab Kuning
  3. Muhadloroh
  4. Tahlil dan Dzikrul Ghofilin
  5. Conversation (Bahasa Arab dan Inggris)
-----
PROGRAM UNGGULAN KHUSUS MADRASAH ALIYAH (MA) NURUL FALAH:
  1. Ketrampilan Multimedia dan DKV
  2. Video Shooting
  3. Fotografi
  4. Editing Video dan Foto
-----
Jadwal Kegiatan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah (bagi Santri Madrasah Aliyah dan MTs yang mukim di Pondok):
  1. Jamaah Shalat Shubuh
  2. Fasholatan
  3. Ngaji Qur'an, Kitab Kuning dan Ngaji Nahwu
  4. Sekolah Formal
  5. Program Tahfidz (masuk dalam kurikulum)
  6. Sholat Duha (waktu istirahat)
  7. Jamaah Shalat Dzuhur
  8. Madrasah Diniyah
  9. Jamaah Shalat Ashar
  10. Ngaji kitab Fathul Qorib
  11. Membaca Surah Al-Waqiah bersama
  12. Jamaah Shalat Maghrib
  13. Ngaji kitab Tafsir Jalalain dan Ngaji Qur'an
  14. Jamaah Shalat Isya'
  15. Ngaji Kitab Kuning
  16. Syawir (belajar bersama)
-----
BIAYA PENDAFTARAN & PENDIDIKAN MA dan MTs:
  1. Pendaftaran Rp. 50.000,-
  2. Admistrasi KTS dan Raport Rp. 150.000,-
  3. Kain Seragam Khusus 1 Stel dan atribut bet sekolah Rp. 150.000,-
  4. Seragam Olahraga Rp. 100.000,-
  5. Total Biaya Rp. 450.000,-
  6. SPP per-bulan Rp. 50.000,-
  7. Pendaftaran Pondok Rp. 35.000,-
  8. Uang Makan 3x dan Syahriyah Pondok Rp. 300.000,- / bulan
  9. Gratis Uang Gedung
  10. Gratis Kain Seragam Putih, Abu-abu/Biru
-----
KETERANGAN TAMBAHAN :
  • Semua Calon Santri Baru Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qur'an Nurul Falah mulai masuk Pondok dan Sekolah hari Senin, 14 Juli 2025
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
.

Hormat Kami
TTD

PANITIA PPDB 2025
PENGASUH PONPES AL-FALAH
Kedunglurah – Trenggalek

Share:

Kamis, 13 Maret 2025

Profil dan Keteladanan K.H. Muh. Izuddin Zakki: Ulama Muda yang Menginspirasi di Trengalek


Kedunglurah
Sosok K.H. Muh. Izuddin Zakki menjadi figur penting dalam gerakan keislaman, pendidikan, dan kepemudaan di Kabupaten Trenggalek. Beliau dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Trenggalek, sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Nurul Falah Kedunglurah. Dengan multi-peran tersebut, beliau tampil sebagai tokoh muda yang menyejukkan, berwibawa, dan menginspirasi banyak kalangan, khususnya generasi muda Nahdliyyin.

Profil Singkat

Kiai muda yang akrab disapa Gus Zakki ini lahir dari keluarga pesantren yang sarat dengan nilai perjuangan dan keilmuan. Mewarisi semangat dakwah dari ayahandanya, beliau tumbuh dengan pendidikan agama yang kuat serta wawasan sosial-keumatan yang luas. Pendidikan formal dan non-formal yang beliau jalani berpadu menjadi pondasi kepemimpinan yang matang.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Gus Zakki menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah secara mendalam kepada santri-santrinya, disertai dengan penguatan karakter, nasionalisme, dan semangat kebangsaan.

Di Madrasah Aliyah Nurul Falah, di mana beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah, Gus Zakki membawa semangat pembaruan dalam pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, madrasah ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga religius dan berkarakter.

Peran dalam GP Ansor

Sebagai Ketua PC GP. Ansor Trenggalek, Gus Zakki menjadi sosok sentral dalam pengkaderan pemuda Nahdliyyin. Kepemimpinannya menekankan pentingnya militansi yang seimbang dengan keilmuan dan akhlak. Ia aktif mendorong lahirnya kader-kader muda yang tidak hanya loyal terhadap jam'iyyah, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.

Dalam berbagai kegiatan Ansor maupun Banser, kehadiran beliau selalu membawa semangat kebersamaan, ketegasan dalam prinsip, dan kelembutan dalam komunikasi. Prinsip perjuangannya selalu dilandasi empat nilai utama: tawasuth (moderat), i’tidal (adil), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran)—nilai-nilai yang menjadi jiwa pergerakan Ansor.

Peran Istri: Ning Hj. Dina Kamila

Di balik keberhasilan dan keteladanan Gus Zakki, terdapat sosok istri yang penuh dedikasi dan keteguhan, Ning Hj. Dina Kamila. Sebagai pendamping hidup, Ning Dina bukan hanya mendukung perjuangan suami secara pribadi, namun juga aktif dalam kegiatan keperempuanan, sosial keagamaan, serta pendidikan di lingkungan pesantren dan masyarakat.


Ning Dina dikenal sebagai pribadi yang hangat, lembut, namun tegas dalam prinsip menjadikan pasangan ini sebagai role model keluarga pesantren yang harmonis dan produktif dalam membangun umat.

Keteladanan

Keteladanan K.H. Muh. Izuddin Zakki dan Ning Hj. Dina Kamila terletak pada:

  • Konsistensi dalam dakwah dan pendidikan

  • Kepemimpinan yang santun namun progresif

  • Keharmonisan rumah tangga yang inspiratif

  • Aktif membina kader muda agar berakhlak, berilmu, dan berdaya guna

Kehadiran keduanya menjadi oase di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Gus Zakki dan Ning Dina menjadi bukti nyata bahwa perjuangan membangun umat bisa dilakukan dari pesantren, dari sekolah, dan dari rumah tangga yang diberkahi.


“Kami ingin kader Ansor dan santri tidak hanya paham kitab, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan siap menjadi pemimpin masa depan.”
– K.H. Muh. Izuddin Zakki



Sumber : Anwalin - Myanto BSA

Share:

Rabu, 12 Maret 2025

Pemaknaan Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain (Bab 1)


Pendahuluan

Tafsir Jalalain merupakan salah satu kitab tafsir paling populer di dunia Islam, disusun oleh dua ulama besar: Jalaluddin al-Mahalli dan muridnya, Jalaluddin as-Suyuthi. Kitab ini dikenal karena ringkas, padat, dan mudah dipahami, sehingga menjadi rujukan utama dalam pendidikan pesantren di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada Bab 1, kitab ini mengulas Surah Al-Fatihah sebagai pembukaan Al-Qur’an, dengan makna-makna mendalam yang merepresentasikan keseluruhan isi kitab suci.

Makna Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain

  1. Basmalah (بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ)
    Jalalain menafsirkan bahwa "Bismillah" berarti "Dengan menyebut nama Allah", yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kata "rahman" dan "rahim" menunjukkan dua bentuk kasih sayang Allah: umum kepada seluruh makhluk dan khusus kepada hamba-Nya yang beriman.

  2. Alhamdulillah (ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ)
    Ungkapan syukur yang sempurna hanya milik Allah. Jalalain menjelaskan bahwa pujian ini meliputi seluruh bentuk kenikmatan yang diberikan Allah, baik lahir maupun batin.

  3. Rabb al-‘Alamin (رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ)
    Allah adalah Rabb (Pemelihara) seluruh alam, yang berarti mengatur dan memelihara semua ciptaan-Nya tanpa kecuali. Kata "al-‘alamin" mencakup manusia, jin, hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk.

  4. Ar-Rahman Ar-Rahim (ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ)
    Kedua nama ini diulang untuk penegasan, menandakan bahwa sifat rahmat adalah ciri utama hubungan Allah dengan makhluk-Nya.

  5. Maliki Yawmiddin (مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ)
    Tafsir Jalalain menerangkan bahwa Allah adalah Penguasa Hari Pembalasan. Ini menekankan bahwa seluruh makhluk akan dimintai pertanggungjawaban atas amal mereka.

  6. Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ)
    Ayat ini menegaskan keikhlasan dalam beribadah dan ketergantungan total kepada Allah. Kata “iyyaka” ditempatkan di awal untuk menunjukkan pembatasan: hanya kepada Allah saja kami menyembah dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan.

  7. Ihdina Ash-Shirath al-Mustaqim (ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ)
    Doa yang meminta petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu Islam yang murni dan benar menurut syariat.

  8. Shirath al-Ladzina An‘amta ‘Alayhim… (صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ...)
    Maksudnya adalah jalan yang ditempuh oleh para nabi, orang-orang shalih, syuhada, dan orang yang diberi nikmat oleh Allah.

  9. Ghairil Maghdubi ‘Alayhim wa Ladh-Dhallin (غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ)
    Jalalain menafsirkan bahwa yang dimaksud "orang-orang yang dimurkai" adalah Yahudi, dan "orang-orang yang sesat" adalah Nasrani, karena penyimpangan mereka dari jalan kebenaran setelah mengetahui kebenaran itu.

Kesimpulan

Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain dipahami sebagai inti ajaran Islam: pengakuan atas rububiyah (pengaturan) Allah, permohonan petunjuk, serta pembeda antara jalan yang benar dan jalan yang sesat. Tafsir Jalalain menyajikan penjelasan yang ringkas namun dalam, sangat cocok dijadikan dasar pembelajaran pemula dan lanjutan dalam ilmu tafsir.


Daftar Pustaka

  1. Al-Mahalli, Jalaluddin & As-Suyuthi, Jalaluddin. Tafsir al-Jalalain. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2000.

  2. Tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kemenag RI, 2019.

  3. Manna’ al-Qaththan. Mabahits fi Ulum al-Qur’an. Beirut: Maktabah al-Ma’arif, 1991.

  4. Wahbah az-Zuhaili. Tafsir al-Munir. Damaskus: Dar al-Fikr, 2001.

  5. Syihab, Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati, 2005.



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh Ponpes Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek
Editor : Murdiyanto (Ketua BSA Trenggalek)
Share:

Rabu, 19 Februari 2025

Pemahaman Dasar Bab 1 Kitab Taqrib: Thaharah (Bersuci) dalam Fiqih Madzhab Syafi'i


Pendahuluan

Kitab Taqrib atau Matn al-Ghayah wa al-Taqrib merupakan salah satu kitab fiqih dasar yang sangat populer dalam kalangan santri, terutama di pesantren-pesantren yang mengikuti mazhab Imam Syafi’i. Disusun oleh Abu Shuja’ al-Asfahani, kitab ini membahas hukum-hukum fikih secara ringkas namun sistematis. Bab pertama dalam kitab ini adalah Bab Thaharah (bersuci), yang menjadi pondasi dalam pelaksanaan ibadah seorang Muslim.


Definisi Thaharah

Dalam pengertian bahasa, thaharah berarti kebersihan atau kesucian. Dalam istilah fikih, thaharah adalah mengangkat hadats dan menghilangkan najis untuk memungkinkan pelaksanaan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan sebagainya.


Macam-Macam Air

Abu Shuja’ dalam Bab 1 menjelaskan bahwa air yang dapat digunakan untuk bersuci terbagi menjadi empat macam:

  1. Air Mutlak
    Air yang suci dan mensucikan, seperti air hujan, laut, sumur, sungai, embun, dan salju.

  2. Air Musyammas (air yang dipanaskan matahari)
    Air ini suci dan mensucikan, tetapi makruh digunakan di daerah Hijaz jika disimpan dalam bejana logam bukan emas atau perak.

  3. Air Musta’mal
    Air suci tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci. Contoh: air bekas wudhu.

  4. Air Muqayyad (air yang terikat sifat)
    Air yang bercampur dengan sesuatu yang mengubah sifatnya (warna, rasa, atau bau), seperti air teh atau air bunga.


Jenis-Jenis Najis dan Cara Mensucikannya

Abu Shuja’ menjelaskan bahwa najis dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Najis ‘Ainiyah (yang terlihat): najis hewan, darah, kotoran.

  • Najis Hukmiyah (tidak terlihat): misalnya bekas air kencing yang telah kering.

Mensucikannya dengan menghilangkan zat najis, bau, rasa, dan warnanya, dengan air mutlak.


Wudhu

Penulis kitab Taqrib juga membahas rukun dan sunnah wudhu. Rukun wudhu ada enam, yaitu:

  1. Niat

  2. Membasuh wajah

  3. Membasuh kedua tangan sampai siku

  4. Mengusap sebagian kepala

  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

  6. Tertib

Sementara sunnah-sunnah wudhu antara lain membaca basmalah, bersiwak, mendahulukan yang kanan, dan berdoa setelah wudhu.


Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Beberapa hal yang membatalkan wudhu antara lain:

  • Sesuatu yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur)

  • Hilang akal (tidur, pingsan)

  • Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa penghalang

  • Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan


Tayammum dan Mandi Besar

Tayammum diperbolehkan jika tidak menemukan air atau karena sakit. Syarat sah tayammum adalah menggunakan debu suci, dan dilakukan dengan niat dan dua kali tepukan ke tanah.

Mandi wajib dilakukan dalam keadaan:

  • Junub (setelah jimak atau keluar mani)

  • Haid dan nifas

  • Masuk Islam

  • Meninggal dunia (memandikan jenazah)


Kesimpulan

Bab pertama dari Kitab Taqrib menunjukkan betapa pentingnya thaharah dalam Islam sebagai pembuka segala bentuk ibadah. Pengetahuan tentang macam-macam air, jenis najis, wudhu, tayammum, dan mandi besar sangat krusial dalam kehidupan seorang Muslim. Kitab ini menjadi rujukan awal yang wajib dikuasai dalam mempelajari fiqih, khususnya fiqih ibadah menurut mazhab Imam Syafi’i.


Daftar Pustaka

  1. Abu Syuja’ al-Asfahani. Matn al-Ghayah wa al-Taqrib.

  2. Nawawi al-Bantani. Kasyifah al-Saja, Syarh Taqrib.

  3. Nawawi, Imam. Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab.

  4. As-Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha. I'anah at-Thalibin.

  5. Al-Khatib Asy-Syarbini. Mughni al-Muhtaj.

  6. Wahbah Zuhaili. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus: Dar al-Fikr.

  7. Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari. Fath al-Mu’in.



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh Ponpes Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek
Editor : Murdiyanto (Ketua BSA Trenggalek)
Share:

Rabu, 05 Februari 2025

Memahami Bab Pertama Kitab Jurumiyah — Pengantar Ilmu Nahwu


Pendahuluan

Kitab Al-Jurumiyah merupakan salah satu kitab klasik yang sangat populer dalam pengajaran ilmu Nahwu (tata bahasa Arab), khususnya di kalangan pesantren tradisional. Disusun oleh Syaikh Ash-Shanhaji (Ibnu Ajurrum), kitab ini menjadi pegangan dasar bagi para pemula yang ingin memahami struktur gramatika bahasa Arab. Bab pertama dari kitab ini membahas tentang pengertian kalam (الكلام), yang menjadi fondasi penting dalam ilmu nahwu.


Bab 1: Pengertian Kalam (الكلام)

Dalam pembukaannya, kitab Al-Jurumiyah menyebutkan:

"الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع"

Terjemahannya:
Kalam adalah lafadz yang tersusun, memberikan faidah (makna sempurna), dan ditetapkan secara konvensional.

Penjelasan Unsur-unsur Kalam

  1. اللفظ (al-lafzh):
    Yaitu suara yang keluar dari mulut dan terdiri dari huruf-huruf yang dapat didengar. Misalnya, kata "زيد" (Zaid), berbeda dengan tulisan atau isyarat.

  2. المركب (al-murakkab):
    Kalimat harus tersusun dari dua atau lebih kata. Misalnya: "جاء زيد" (Zaid telah datang), terdiri dari fi’il dan fa’il.

  3. المفيد (al-mufid):
    Kalimat tersebut harus memberikan makna yang utuh, yang dapat dimengerti tanpa membutuhkan tambahan penjelas.

  4. بالوضع (bi al-wadh‘):
    Ditentukan secara konvensional atau digunakan sesuai kebiasaan bahasa Arab. Ini membedakan antara ucapan bermakna dan suara yang tak dimengerti seperti teriakan.


Klasifikasi Kalam dalam Ilmu Nahwu

Setelah memahami pengertian kalam, para ulama nahwu membagi kalam ke dalam tiga bagian utama:

  1. Isim (اسم):
    Kata benda atau sesuatu yang menunjukkan nama orang, tempat, atau benda. Contoh: "رجل" (seorang laki-laki), "كتاب" (buku).

  2. Fi’il (فعل):
    Kata kerja yang menunjukkan peristiwa atau perbuatan dalam waktu tertentu. Contoh: "ذهب" (telah pergi), "يكتب" (sedang menulis).

  3. Harf (حرف):
    Kata sambung atau huruf yang tidak memiliki makna kecuali jika bersama kata lain. Contoh: "في" (di), "من" (dari).


Signifikansi Bab Kalam dalam Pembelajaran Nahwu

Pemahaman terhadap definisi kalam menjadi dasar untuk membedakan antara kalimat sah dalam bahasa Arab dengan rangkaian kata yang belum sempurna. Selain itu, penguasaan struktur kalam akan menjadi pintu masuk memahami susunan ayat Al-Qur’an dan Hadis secara gramatikal.


Kesimpulan

Bab pertama dari Kitab Al-Jurumiyah bukan hanya sekadar pembahasan definisi, tetapi fondasi bagi semua pembelajaran ilmu nahwu berikutnya. Dengan memahami apa itu kalam, siswa akan dapat mengidentifikasi susunan kalimat, mengenali jenis kata, dan menilai keabsahan struktur bahasa dalam konteks Arab.


Daftar Pustaka

  1. Ash-Shanhaji, Muhammad bin Da’ud. Al-Muqaddimah Al-Jurumiyyah fi ‘Ilm an-Nahw. Beirut: Dar Ibn Hazm, 2002.

  2. Az-Zajjaji, Abu al-Qasim. Al-Jumal fi An-Nahw. Dar al-Ma’rifah, 1981.

  3. Al-Mubarakfuri, Shamsuddin. Tuhfatul Athfal wa al-Ghilman. Maktabah Salafiyyah, 1980.

  4. Al-Malibari, Zainuddin. Hasyiyah al-Malibari 'ala al-Jurumiyyah, Maktabah Syamilah.

  5. Al-Fauzan, Shalih bin Fauzan. Syarh al-Jurumiyyah, Dar al-Imam Ahmad, 2010.

  6. Muhammad Salih, Ilmu Nahwu Dasar, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2009.



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh Ponpes Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek
Editor : Murdiyanto (Ketua BSA Trenggalek)

.

Share:

"Kebutuhan manusia terhadap ilmu jauh lebih besar daripada kebutuhannya terhadap makan dan minum karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali saja dalam sehari, sedang ilmu, dibutuhkan dalam setiap embusan napas"

"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya." - Sufyan bin Uyainah

Bagi Bapak/Ibu Dewan Asatidz, Asatidzah, Wali Santri, Alumni atau Santri yang ingin menulis Artikel, Opini, Berita, Puisi, Khutbah (atau karya lainnya) dan menghendaki di PUBLIKASIKAN di Website YPP Al-FALAH ini, bisa dikirimkan melalui Email : yppalfalahkedunglurah@gmail.com. Terima Kasih

Informasi PPDB Tahun 2025

Informasi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru YPP Al-Falah Tahun 2025

INFORMASI Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025/2026 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yayasan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah ...

Terjemahkan

Kajian Kitab Kuning

Maqalah Imam Syafi'i

"Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran."