Jumat, 04 Juli 2025

Menumbuhkan Niat, Keikhlasan, dan Kesungguhan dalam Menuntut Ilmu: Telaah Kitab Ta’limul Muta’allim Bab 2


Pendahuluan

Ilmu merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam menjalani kehidupan. Dalam Islam, menuntut ilmu tidak hanya bernilai duniawi, tetapi juga menjadi jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT. Kitab Ta’limul Muta’allim Thariq at-Ta’allum karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji adalah salah satu rujukan klasik yang membahas adab dan prinsip-prinsip dasar dalam menuntut ilmu. Dalam Bab 2 kitab ini, ditekankan pentingnya niat yang benar, keikhlasan, serta kesungguhan sebagai pondasi dalam proses pencarian ilmu.

Pembahasan

1. Pentingnya Niat dalam Menuntut Ilmu

Syekh Az-Zarnuji menjelaskan bahwa setiap amal sangat bergantung pada niatnya. Menuntut ilmu harus dilandasi oleh niat untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan mengamalkan ilmu demi kebaikan umat, bukan untuk meraih kedudukan, harta, atau popularitas.

Beliau menukil hadits Nabi Muhammad SAW:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, pelajar harus senantiasa meluruskan niatnya agar ilmu yang didapatkan bernilai ibadah.

2. Keikhlasan Sebagai Kunci Keberkahan Ilmu

Keikhlasan adalah sikap memurnikan tujuan semata-mata karena Allah SWT. Syekh Az-Zarnuji menekankan bahwa ilmu yang diperoleh dengan keikhlasan akan mendatangkan keberkahan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

Ilmu yang diperoleh tanpa keikhlasan justru dapat menjadi petaka dan tidak membawa manfaat sebagaimana sabda Nabi SAW:

"Barang siapa menuntut ilmu untuk menyaingi ulama, mendebat orang bodoh, atau menarik perhatian manusia, maka ia di neraka."
(HR. Ibnu Majah)

3. Kesungguhan dan Ketekunan dalam Menuntut Ilmu

Dalam Bab 2 ini, Syekh Az-Zarnuji juga menekankan pentingnya mujahadah (kesungguhan) dan istiqamah (konsistensi). Tidak ada keberhasilan dalam menuntut ilmu tanpa usaha keras dan pengorbanan. Pelajar harus mampu melawan rasa malas, lelah, dan gangguan duniawi.

Syekh Az-Zarnuji memberikan motivasi dengan perkataan:

“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.”

Selain itu, beliau menyarankan agar pelajar menjaga waktu, menghindari perbuatan sia-sia, serta senantiasa berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam proses belajar.

Relevansi Ajaran Ta'limul Muta'allim dalam Konteks Modern

Prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Ta’limul Muta’allim tetap relevan hingga saat ini. Di era digital dengan berbagai distraksi, pelajar modern perlu lebih menjaga niat dan keikhlasan agar tidak terjebak dalam mencari popularitas atau gelar semata. Kesungguhan dan ketekunan juga menjadi kunci untuk meraih kesuksesan dalam studi dan kehidupan profesional.

Kesimpulan

Kitab Ta’limul Muta’allim Bab 2 mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang harus dilandasi niat yang tulus, keikhlasan, dan kesungguhan. Tanpa ketiga aspek tersebut, ilmu yang diperoleh dikhawatirkan tidak membawa manfaat bahkan bisa menjadi bumerang di hadapan Allah SWT. Ajaran ini tetap relevan dan patut menjadi pedoman bagi setiap penuntut ilmu di segala zaman.


Daftar Pustaka

  1. Az-Zarnuji, Burhanuddin. Ta'limul Muta'allim Thariq at-Ta'allum. Beirut: Darul Fikr, tanpa tahun.

  2. Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Kairo: Darul Hadits, 2004.

  3. Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim. Riyadh: Darussalam, 2000.

  4. Ibnu Majah. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh Ponpes Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek
Editor : Murdiyanto (Ketua BSA Trenggalek)
Share:

Rabu, 02 Juli 2025

Rangkaian Harlah & Haul Akbar Ponpes Al Falah Ploso 3-5 Juli 2025

 

Rangkaian Harlah & Haul Akbar Ponpes Al Falah Ploso 3-5 Juli 2025

Acara haul biasanya akan dibacakan silsilah pondok pesantren secara runtut dari generasi ke generasi baik secara keilmuan atau hubungan darah.
 
Sementara harlah kali ini merupakan peringatan lahirnya Ponpes Al Falah Ploso Kediri. Berdasarkan catatan sejarah, Ponpes Al Falah Ploso Kediri didirikan pada pada tanggal 1 Januari 1925 oleh Kyai Djazuli.
 
Haul Ponpes Al Falah Ploso Kediri memperingati sejumlah tokoh yang berasal dari pondok pesantren tersebut. Di antaranya KH. Achmad Djazuli Utsaman (ke-51), Nyai Hj Rodliyah Djazuli (ke-30), dan KH. Ahmad Zainuddin Djazuli (ke-4).
 
Kemudian KH. Chamim Djazuli (ke-33), KH. Fuad Mun’im Djazuli (ke-5), KH. Munif Djazuli (ke-14), dan KH. Mahfudz Siroj (ke-17).
 
Berikut rangkaian harlah dan haul akbar Ponpes Al Falah Ploso pada 3-5 Juli 2025:
  1. Kamis, 3 Juli 2025: parade Hadroh Ishari dihadiri enam ribu jamaah se-Jawa Timur (di halaman Ponpes Al Falah Ploso Kediri).
  2. Jumat, 4 Juli 2025: Puncak Haul Akbar 2025 dan closing ceremony harlah 100 tahun (di Pendopo Ponpes Al Falah Ploso Kediri).
  3. Sabtu, 5 Juli 2025: Istighosah Kubro diikuti seluruh santri (di Pendopo Ponpes Al Falah Ploso Kediri).
 

Kisah Singkat Kiai Djazuli Pendiri Ponpes Al Falah

Ponpes Al Falah Ploso Kediri didirikan oleh Kiai Djazuli dan Nyai Rodliyah. Pondok dirintis pada tahun 1924 di sebuah masjid. Setidaknya ada 12 santri yang turut mengaji bersama Kiai Djazuli pada awal pendirian.
 
Kemudian, pada 1 Januari 1925, Kyai Djazuli mengajukan surat permohonan pemantauan kepada pemerintah Belanda untuk lembaga baru yang kemudian dikenal dengan nama Al Falah.
 
Ponpes Al Falah Ploso Kediri berperan pada masa sebelum kemerdekaan. Pada masa penjajahan Jepang, Kyai Djazuli ditunjuk sebagai Sancok (Camat) untuk melakukan propaganda 3A dengan semboyan Nippon cahaya Asia, Nippon pelindung Asia, dan Nippon pemimpin Asia.
 
Kyai Djazuli menerima jabatan dengan terpaksa. Namun, Kyai Djazuli tidak menjalankan perintah Jepang, melainkan menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat.
 
Setelah diangkat menjadi Sancok, Kyai Djazuli dipindah tugaskan ke Pare, sebagai ketua parlemen (Ketua DPRD). Jepang juga memasukkan Kyai Djazuli dalam daftar KAMIKAZE (Pasukan berani mati).
Mendengar kabar tersebut, para santri melindungi Kyai Djazuli. Pada tahun 1948, Kyai Djazulidan para santri ikut berjuang menghadapi Belanda saat melancarkan agresi militer.
 
Kiai Djazuli dengan Ibu Nyai Rodliyah dikaruniai 8 putra dan 3 putri. Berikut daftarnya:
  1. Siti Azizah (meninggal usia 1 thn)
  2. Hadziq (meninggal usia 9 bln)
  3. Zainuddin Djazuli
  4. Nurul Huda Djazuli
  5. Hamim Djazuli (Gus Miek)
  6. Fuad Mun’im Djazuli
  7. Mahfudz (meninggal usia 3 thn)
  8. Makmun (meninggal usia 7 bln)
  9. Munif Djazuli (Alm)
  10. Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli
  11. Su’ad (meninggal usia 4 bln).
 
Sumber : Tirto.ID
Share:

Rabu, 25 Juni 2025

Informasi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru YPP Al-Falah Tahun 2025


INFORMASI
Penerimaan Calon Peserta Didik Baru
Tahun Ajaran 2025/2026

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yayasan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah Kec. Pogalan Kab. Trenggalek, menerima Pendaftaraan Calon Peserta Didik (Santri) Baru Tahun Ajaran 2025-2026 untuk Program dan Jenjang Pendidikan meliputi:
  1. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qur'an Nurul Falah
  2. Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah
  3. Madrasah Diniyah Riyadlotul Uqul (MISRIU) Pondok Pesantren
-----
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN:
  1. Beragama Islam
  2. Berahlakul Karimah
  3. Ahlussunnah wal Jama'ah
  4. Cinta NKRI
  5. Cinta Pancasila
  6. Foto Copy Kartu Keluarga
  7. Foto Copy NISN
  8. Foto Copy Ijazah dan SKL (menyusul)
  9. Mengisi Form Pendaftaran Online Klik DISINI
-----
PROGRAM UNGGULAN MA & MTs:
  1. Tahfidzul Qur'an
  2. Pengajian Kitab Kuning
  3. Muhadloroh
  4. Tahlil dan Dzikrul Ghofilin
  5. Conversation (Bahasa Arab dan Inggris)
-----
PROGRAM UNGGULAN KHUSUS MADRASAH ALIYAH (MA) NURUL FALAH:
  1. Ketrampilan Multimedia dan DKV
  2. Video Shooting
  3. Fotografi
  4. Editing Video dan Foto
-----
Jadwal Kegiatan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah (bagi Santri Madrasah Aliyah dan MTs yang mukim di Pondok):
  1. Jamaah Shalat Shubuh
  2. Fasholatan
  3. Ngaji Qur'an, Kitab Kuning dan Ngaji Nahwu
  4. Sekolah Formal
  5. Program Tahfidz (masuk dalam kurikulum)
  6. Sholat Duha (waktu istirahat)
  7. Jamaah Shalat Dzuhur
  8. Madrasah Diniyah
  9. Jamaah Shalat Ashar
  10. Ngaji kitab Fathul Qorib
  11. Membaca Surah Al-Waqiah bersama
  12. Jamaah Shalat Maghrib
  13. Ngaji kitab Tafsir Jalalain dan Ngaji Qur'an
  14. Jamaah Shalat Isya'
  15. Ngaji Kitab Kuning
  16. Syawir (belajar bersama)
-----
BIAYA PENDAFTARAN & PENDIDIKAN MA dan MTs:
  1. Pendaftaran Rp. 50.000,-
  2. Admistrasi KTS dan Raport Rp. 150.000,-
  3. Kain Seragam Khusus 1 Stel dan atribut bet sekolah Rp. 150.000,-
  4. Seragam Olahraga Rp. 100.000,-
  5. Total Biaya Rp. 450.000,-
  6. SPP per-bulan Rp. 50.000,-
  7. Pendaftaran Pondok Rp. 35.000,-
  8. Uang Makan 3x dan Syahriyah Pondok Rp. 300.000,- / bulan
  9. Gratis Uang Gedung
  10. Gratis Kain Seragam Putih, Abu-abu/Biru
-----
KETERANGAN TAMBAHAN :
  • Semua Calon Santri Baru Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Qur'an Nurul Falah mulai masuk Pondok dan Sekolah hari Senin, 14 Juli 2025
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
.

Hormat Kami
TTD

PANITIA PPDB 2025
PENGASUH PONPES AL-FALAH
Kedunglurah – Trenggalek

Share:

Kamis, 13 Maret 2025

Profil dan Keteladanan K.H. Muh. Izuddin Zakki: Ulama Muda yang Menginspirasi di Trengalek


Kedunglurah
Sosok K.H. Muh. Izuddin Zakki menjadi figur penting dalam gerakan keislaman, pendidikan, dan kepemudaan di Kabupaten Trenggalek. Beliau dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Trenggalek, sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Nurul Falah Kedunglurah. Dengan multi-peran tersebut, beliau tampil sebagai tokoh muda yang menyejukkan, berwibawa, dan menginspirasi banyak kalangan, khususnya generasi muda Nahdliyyin.

Profil Singkat

Kiai muda yang akrab disapa Gus Zakki ini lahir dari keluarga pesantren yang sarat dengan nilai perjuangan dan keilmuan. Mewarisi semangat dakwah dari ayahandanya, beliau tumbuh dengan pendidikan agama yang kuat serta wawasan sosial-keumatan yang luas. Pendidikan formal dan non-formal yang beliau jalani berpadu menjadi pondasi kepemimpinan yang matang.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Gus Zakki menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah secara mendalam kepada santri-santrinya, disertai dengan penguatan karakter, nasionalisme, dan semangat kebangsaan.

Di Madrasah Aliyah Nurul Falah, di mana beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah, Gus Zakki membawa semangat pembaruan dalam pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, madrasah ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga religius dan berkarakter.

Peran dalam GP Ansor

Sebagai Ketua PC GP. Ansor Trenggalek, Gus Zakki menjadi sosok sentral dalam pengkaderan pemuda Nahdliyyin. Kepemimpinannya menekankan pentingnya militansi yang seimbang dengan keilmuan dan akhlak. Ia aktif mendorong lahirnya kader-kader muda yang tidak hanya loyal terhadap jam'iyyah, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.

Dalam berbagai kegiatan Ansor maupun Banser, kehadiran beliau selalu membawa semangat kebersamaan, ketegasan dalam prinsip, dan kelembutan dalam komunikasi. Prinsip perjuangannya selalu dilandasi empat nilai utama: tawasuth (moderat), i’tidal (adil), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran)—nilai-nilai yang menjadi jiwa pergerakan Ansor.

Peran Istri: Ning Hj. Dina Kamila

Di balik keberhasilan dan keteladanan Gus Zakki, terdapat sosok istri yang penuh dedikasi dan keteguhan, Ning Hj. Dina Kamila. Sebagai pendamping hidup, Ning Dina bukan hanya mendukung perjuangan suami secara pribadi, namun juga aktif dalam kegiatan keperempuanan, sosial keagamaan, serta pendidikan di lingkungan pesantren dan masyarakat.


Ning Dina dikenal sebagai pribadi yang hangat, lembut, namun tegas dalam prinsip menjadikan pasangan ini sebagai role model keluarga pesantren yang harmonis dan produktif dalam membangun umat.

Keteladanan

Keteladanan K.H. Muh. Izuddin Zakki dan Ning Hj. Dina Kamila terletak pada:

  • Konsistensi dalam dakwah dan pendidikan

  • Kepemimpinan yang santun namun progresif

  • Keharmonisan rumah tangga yang inspiratif

  • Aktif membina kader muda agar berakhlak, berilmu, dan berdaya guna

Kehadiran keduanya menjadi oase di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Gus Zakki dan Ning Dina menjadi bukti nyata bahwa perjuangan membangun umat bisa dilakukan dari pesantren, dari sekolah, dan dari rumah tangga yang diberkahi.


“Kami ingin kader Ansor dan santri tidak hanya paham kitab, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan siap menjadi pemimpin masa depan.”
– K.H. Muh. Izuddin Zakki



Sumber : Anwalin - Myanto BSA

Share:

Rabu, 12 Maret 2025

Pemaknaan Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain (Bab 1)


Pendahuluan

Tafsir Jalalain merupakan salah satu kitab tafsir paling populer di dunia Islam, disusun oleh dua ulama besar: Jalaluddin al-Mahalli dan muridnya, Jalaluddin as-Suyuthi. Kitab ini dikenal karena ringkas, padat, dan mudah dipahami, sehingga menjadi rujukan utama dalam pendidikan pesantren di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada Bab 1, kitab ini mengulas Surah Al-Fatihah sebagai pembukaan Al-Qur’an, dengan makna-makna mendalam yang merepresentasikan keseluruhan isi kitab suci.

Makna Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain

  1. Basmalah (بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ)
    Jalalain menafsirkan bahwa "Bismillah" berarti "Dengan menyebut nama Allah", yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kata "rahman" dan "rahim" menunjukkan dua bentuk kasih sayang Allah: umum kepada seluruh makhluk dan khusus kepada hamba-Nya yang beriman.

  2. Alhamdulillah (ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ)
    Ungkapan syukur yang sempurna hanya milik Allah. Jalalain menjelaskan bahwa pujian ini meliputi seluruh bentuk kenikmatan yang diberikan Allah, baik lahir maupun batin.

  3. Rabb al-‘Alamin (رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ)
    Allah adalah Rabb (Pemelihara) seluruh alam, yang berarti mengatur dan memelihara semua ciptaan-Nya tanpa kecuali. Kata "al-‘alamin" mencakup manusia, jin, hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk.

  4. Ar-Rahman Ar-Rahim (ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ)
    Kedua nama ini diulang untuk penegasan, menandakan bahwa sifat rahmat adalah ciri utama hubungan Allah dengan makhluk-Nya.

  5. Maliki Yawmiddin (مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ)
    Tafsir Jalalain menerangkan bahwa Allah adalah Penguasa Hari Pembalasan. Ini menekankan bahwa seluruh makhluk akan dimintai pertanggungjawaban atas amal mereka.

  6. Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ)
    Ayat ini menegaskan keikhlasan dalam beribadah dan ketergantungan total kepada Allah. Kata “iyyaka” ditempatkan di awal untuk menunjukkan pembatasan: hanya kepada Allah saja kami menyembah dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan.

  7. Ihdina Ash-Shirath al-Mustaqim (ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ)
    Doa yang meminta petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu Islam yang murni dan benar menurut syariat.

  8. Shirath al-Ladzina An‘amta ‘Alayhim… (صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ...)
    Maksudnya adalah jalan yang ditempuh oleh para nabi, orang-orang shalih, syuhada, dan orang yang diberi nikmat oleh Allah.

  9. Ghairil Maghdubi ‘Alayhim wa Ladh-Dhallin (غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ)
    Jalalain menafsirkan bahwa yang dimaksud "orang-orang yang dimurkai" adalah Yahudi, dan "orang-orang yang sesat" adalah Nasrani, karena penyimpangan mereka dari jalan kebenaran setelah mengetahui kebenaran itu.

Kesimpulan

Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Jalalain dipahami sebagai inti ajaran Islam: pengakuan atas rububiyah (pengaturan) Allah, permohonan petunjuk, serta pembeda antara jalan yang benar dan jalan yang sesat. Tafsir Jalalain menyajikan penjelasan yang ringkas namun dalam, sangat cocok dijadikan dasar pembelajaran pemula dan lanjutan dalam ilmu tafsir.


Daftar Pustaka

  1. Al-Mahalli, Jalaluddin & As-Suyuthi, Jalaluddin. Tafsir al-Jalalain. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2000.

  2. Tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kemenag RI, 2019.

  3. Manna’ al-Qaththan. Mabahits fi Ulum al-Qur’an. Beirut: Maktabah al-Ma’arif, 1991.

  4. Wahbah az-Zuhaili. Tafsir al-Munir. Damaskus: Dar al-Fikr, 2001.

  5. Syihab, Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati, 2005.



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh Ponpes Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek
Editor : Murdiyanto (Ketua BSA Trenggalek)
Share:

"Kebutuhan manusia terhadap ilmu jauh lebih besar daripada kebutuhannya terhadap makan dan minum karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali saja dalam sehari, sedang ilmu, dibutuhkan dalam setiap embusan napas"

"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya." - Sufyan bin Uyainah

Bagi Bapak/Ibu Dewan Asatidz, Asatidzah, Wali Santri, Alumni atau Santri yang ingin menulis Artikel, Opini, Berita, Puisi, Khutbah (atau karya lainnya) dan menghendaki di PUBLIKASIKAN di Website YPP Al-FALAH ini, bisa dikirimkan melalui Email : yppalfalahkedunglurah@gmail.com. Terima Kasih

Informasi PPDB Tahun 2025

Informasi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru YPP Al-Falah Tahun 2025

INFORMASI Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025/2026 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yayasan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah ...

Terjemahkan

Kajian Kitab Kuning

Maqalah Imam Syafi'i

"Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran."