Sabtu, 12 Juli 2025

Masjid Al Falah Krandegan Hidupkan Tradisi Menuntut Ilmu Lewat Ngaji Bersama Gus Zakki


Alfalah News, Krandegan Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Teras Masjid Al Falah, Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari, pada Jumat malam, 11 Juli 2025. Dalam rangkaian kegiatan rutinan ngaji, jamaah dan takmir masjid mendapatkan siraman rohani dari K.H. Muh. Izuddin Zakki (Gus Zakki), Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kedunglurah.

Kajian yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut mengangkat tema “Keutamaan Menuntut Ilmu”. Tema ini sengaja diangkat untuk meneguhkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban ilmu dan spiritual umat.

Dalam penyampaiannya, Gus Zakki menekankan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah besar yang memiliki kemuliaan tersendiri di sisi Allah SWT. Ia menyampaikan sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

“Majelis seperti ini adalah bagian dari jalan menuju surga. Bukan karena tempatnya, tapi karena niat dan semangat kita yang datang untuk belajar,” ungkap Gus Zakki dengan penuh semangat.

Beliau juga menyampaikan bahwa ilmu adalah cahaya yang akan membimbing manusia dalam menjalani kehidupan. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah, dan tanpa ilmu, umat mudah terjerumus pada kebodohan dan perpecahan.

Dalam kesempatan tersebut, para jamaah tampak antusias mengikuti setiap nasihat yang disampaikan. Tak sedikit dari mereka yang mencatat poin-poin penting sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Takmir Masjid Al Falah menyampaikan apresiasi dan harapan agar kajian rutin semacam ini terus dihidupkan. Selain sebagai sarana belajar agama, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah antarwarga dan memperkuat komitmen keislaman di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Zakki, disertai harapan agar para jamaah senantiasa diberi keistiqamahan dalam mencari ilmu dan mengamalkannya.



Kontributor : Tim Media YPP Al Falah Kedunglurah
.

.

Share:

Kamis, 10 Juli 2025

Hijrah Menuju Kebaikan: Gus Zakki Sampaikan Hikmah Muharram dan Kepedulian Sosial


Sugihan, 10 Juli 2025 — Peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek berlangsung penuh hikmah dan kebersamaan. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU Sugihan bersama Pemerintah Desa Sugihan tersebut dipusatkan di Balai Desa Sugihan, Rabu malam (10/7).

Acara ini dikemas dalam bentuk Pengajian Umum dan Santunan Yatim, Piatu, dan Dhuafa, dengan menghadirkan penceramah K.H. Muhammad Izuddin Zakki atau yang akrab disapa Gus Zakki, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Trenggalek.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sugihan beserta jajaran Perangkat Desa, Pengurus NU dan Banom NU, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta ratusan jamaah dari Muslimat NU dan Fatayat NU Sugihan dan sekitarnya. Suasana penuh kekeluargaan dan keikhlasan tampak menyelimuti Balai Desa Sugihan pagi itu.

Dalam ceramahnya, Gus Zakki menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum untuk evaluasi diri dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Bulan Muharram adalah bulan yang sangat dimuliakan. Allah SWT menyebutnya sebagai salah satu dari empat bulan haram, bulan suci di mana amalan kebaikan dilipatgandakan dan dosa diperberat. Maka, mari kita jadikan Tahun Baru Hijriyah ini sebagai awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, lebih dermawan dan peduli sesama," tutur Gus Zakki.


Lebih lanjut, beliau mengingatkan tentang keutamaan menyantuni anak yatim, piatu, dan dhuafa sebagaimana banyak diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.

"Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Aku dan orang yang memelihara anak yatim seperti ini di surga'—beliau sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah yang berdekatan. Maka siapa yang memuliakan anak yatim, Allah akan memuliakan hidupnya," ungkapnya.

Santunan kepada yatim, piatu, dan dhuafa yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, menurut Gus Zakki, adalah bentuk nyata dari solidaritas sosial dan kepedulian yang diajarkan dalam Islam.

"Kita ini diajarkan bukan sekadar menjadi manusia yang taat kepada Allah, tetapi juga harus memiliki kasih sayang dan kepedulian sosial kepada sesama makhluk-Nya. Memberi kepada anak yatim dan kaum dhuafa bukanlah mengurangi harta, justru Allah janjikan keberkahan dan rezeki yang berlimpah," tegas beliau.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim, piatu dan kaum dhuafa secara simbolis, diiringi doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan. Para jamaah tampak antusias dan haru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Peringatan Tahun Baru Islam ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah-tengah masyarakat Desa Sugihan.



Editor : Tim Media YPP Al Falah Kedunglurah
.
Share:

Perempuan dengan Seribu Impian Tak Pantas Tumbang oleh Keadaan

المَرْأَةُ الَّتِي لَدَيْهَا أَلْفُ حُلْمٍ لَا تَسْتَحِقُّ السُّقُوطَ بِسَبَبِ الظُّرُوفِ

 Al-mar’atu allati ladayhā alfu ḥulmin lā tastaḥiqqu as-suqūṭa bisabab azh-zhurūf

“Perempuan yang memiliki seribu impian tidak pantas jatuh hanya karena keadaan.”



Perempuan adalah tiang kekuatan bagi peradaban. Di balik lembutnya tutur kata, tersimpan jiwa tangguh yang mampu menahan ribuan beban kehidupan. Namun, sering kali perempuan dihadapkan pada berbagai situasi sulit—tekanan sosial, ekonomi, bahkan budaya—yang berusaha mengekang langkah dan mimpinya.

Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan:

المَرْأَةُ الَّتِي لَدَيْهَا أَلْفُ حُلْمٍ لَا تَسْتَحِقُّ السُّقُوطَ بِسَبَبِ الظُّرُوفِ

 Perempuan dengan seribu impian tidak pantas jatuh hanya karena keadaan.

Setiap perempuan yang memiliki mimpi, sekecil apapun, layak diperjuangkan. Mimpi adalah hakikat hidup, sumber kekuatan yang mampu mendorong langkah untuk terus bangkit, meskipun berkali-kali terjatuh.

Kisah-kisah perempuan hebat dalam sejarah adalah bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Lihatlah Asiyah binti Muzahim, istri Firaun yang tetap beriman meski diancam kematian. Atau Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW, yang tidak hanya berperan sebagai istri, tetapi juga sebagai mitra perjuangan dan pelaku ekonomi ulung. Semangat dan tekad mereka adalah pelita yang terus menyala hingga hari ini.

Sebagaimana ajaran Islam, bahwa kesabaran, ketabahan, dan keimanan mampu mengubah derita menjadi kemuliaan:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (الشرح: 6)

 “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Maka, kepada setiap perempuan yang saat ini tengah berjuang di bawah beban keadaan, jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan biarkan keterbatasan mematikan semangat. Jadikan setiap rintangan sebagai batu loncatan menuju masa depan yang gemilang.

Perempuan bukan hanya pelengkap kehidupan, melainkan pelaku utama perubahan. Seribu impian adalah kekuatan yang tak bisa dihentikan, kecuali oleh dirinya sendiri.


Referensi:

  1. Al-Qur'an Surah Al-Insyirah: 6“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
  2. Kaidah Arab: المرأة التي لديهاألف حلم لاتستحق السقوط بسبب الظروف

  3. Sirah Nabawiyah: Kisah Khadijah binti Khuwailid & Asiyah binti Muzahim.

  4. Buku: Perempuan Berkarakter Surga – Syaikh Dr. Aidh Al-Qarni.



Oleh : Hj. Dina Kamila (Pengasuh Ponpes Al-Falah Putri - Kedunglurah)
Editor : Tim Media YPP Al-Falah
.
Share:

Rabu, 09 Juli 2025

Kepala Kemenag Trenggalek Ajak Gus Zakki dan Gus Ipung Bahas Kesejahteraan Guru Madrasah Non-sertifikasi


Alfalah News, Trenggalek — Kepedulian terhadap kesejahteraan para guru Madrasah yang hingga kini belum tersentuh program sertifikasi menjadi perhatian serius Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek, Dr. Drs. Muhammad Nur Ibadi, M.M. Dalam rangka mencari solusi dan dukungan atas gagasan program peningkatan kesejahteraan tersebut, beliau menginisiasi pertemuan santai dengan dua tokoh muda Nahdliyin, yakni K.H. Muh. Izuddin Zakki (Gus Zakki), Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah sekaligus Ketua PC GP. Ansor Kabupaten Trenggalek, dan K.H. Saiful Islami (Gus Ipung), Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Kelutan.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban di sebuah warung sederhana yang terletak tidak jauh dari Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 9 Juli 2025. Meskipun pertemuan berlangsung informal, namun pembahasan yang diangkat sangat mendalam dan penuh semangat.

Dr. Muhammad Nur Ibadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap para guru Madrasah, khususnya yang hingga saat ini belum tersentuh program sertifikasi sehingga belum memperoleh hak-hak kesejahteraan yang layak. Ia berharap dukungan dan masukan dari para kiai muda yang selama ini dekat dengan masyarakat akar rumput.

“Saya ingin mendengar langsung masukan dari panjenengan berdua, Gus Zakki dan Gus Ipung. Kami di Kemenag sedang merancang program agar guru-guru Madrasah non-sertifikasi bisa mendapatkan perhatian, setidaknya melalui kolaborasi dengan BAZNAS atau lembaga sosial lain,” ungkap Kepala Kemenag Trenggalek.

Merespons hal tersebut, Gus Zakki memberikan apresiasi atas inisiatif Kemenag yang peduli terhadap nasib para guru Madrasah. Ia menegaskan bahwa ia bersama Gus Ipung (selaku Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah di Trenggalek) akan selalu siap mendukung langkah-langkah positif yang berpihak kepada para pejuang pendidikan Islam.

“Ini langkah yang sangat baik dan mulia. Guru-guru Madrasah dan Pondok Pesantren selama ini menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlak. Kami siap bersinergi agar program ini betul-betul berjalan,” ujar Gus Zakki.

Senada dengan itu, Gus Ipung menambahkan pentingnya mengawal agar program tersebut tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan para guru di pelosok-pelosok Trenggalek.

“Para guru ini adalah pejuang yang jarang disorot. Kami sangat mendukung jika ada langkah nyata yang memperhatikan nasib mereka. Pondok Pesantren dan Madrasah harus diperkuat, termasuk para pendidiknya,” tegas Gus Ipung.

Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan pendidikan keagamaan di Kabupaten Trenggalek.



Kontributor : Gus Zakki (Pengasuh Ponpes Al Falah Kedunglurah)
Editor : Tim Media YPP Al Falah
.
Share:

Selasa, 08 Juli 2025

Mencari Ridha Allah: Prioritas Utama dalam Kehidupan


Mencari Ridha Allah: Prioritas Utama dalam Kehidupan

رضا الناس غاية لا تدرك ورضا الله غاية لا تترك ، فاترك ما لا يدرك ، وأدرك ما لا يترك

Terjemahan:
“Keridhaan manusia adalah tujuan yang takkan pernah tercapai, sedangkan keridhaan Allah adalah tujuan yang tak boleh ditinggalkan. Maka tinggalkanlah apa yang tidak akan pernah tercapai, dan raihlah apa yang tak boleh ditinggalkan.”


Uraian Lengkap dan Jelas:
Kalimat hikmah ini mengandung pelajaran mendalam tentang prinsip hidup seorang mukmin dalam menjalani kehidupan sosial dan spiritualnya. Mari kita bahas bagian per bagian:

1. رضا الناس غاية لا تدرك

"Keridhaan manusia adalah tujuan yang takkan pernah tercapai."

Manusia adalah makhluk yang memiliki berbagai macam keinginan, harapan, dan cara pandang yang berbeda-beda. Mencoba memuaskan semua orang adalah usaha yang sia-sia, karena tidak akan pernah ada satu pun tindakan atau keputusan yang bisa memuaskan semua pihak.

Nabi Muhammad ﷺ sendiri—manusia yang paling mulia—pun tidak luput dari cercaan dan penolakan sebagian manusia, apalagi kita sebagai manusia biasa. Maka dari itu, berusaha keras demi mendapatkan pujian atau penerimaan semua orang justru akan menguras tenaga, waktu, dan seringkali menjauhkan seseorang dari kebenaran yang hakiki.


2. ورضا الله غاية لا تترك

"Keridhaan Allah adalah tujuan yang tak boleh ditinggalkan."

Sementara itu, mencari keridhaan Allah adalah kewajiban utama seorang hamba. Tidak ada tujuan hidup yang lebih tinggi daripada mendapatkan ridha-Nya.
Ridha Allah tidak bergantung pada penilaian manusia, melainkan pada keikhlasan hati, ketaatan, dan keteguhan seseorang dalam menjalankan perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya.

Allah adalah Maha Mengetahui isi hati, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba. Satu langkah kecil menuju keridhaan-Nya lebih berharga daripada ribuan langkah yang hanya demi pujian manusia.


3. فاترك ما لا يدرك

"Maka tinggalkanlah apa yang tidak akan pernah tercapai."

Ini adalah seruan untuk meninggalkan obsesi mengejar pujian manusia. Karena betapa pun seseorang berusaha, selalu akan ada kritik, celaan, atau ketidakpuasan dari sebagian pihak.
Daripada hidup dalam kecemasan akan penilaian manusia, lebih baik fokus pada hal yang lebih kekal dan bermakna.


4. وأدرك ما لا يترك

"Dan raihlah apa yang tak boleh ditinggalkan."

Maksudnya adalah: fokuslah pada meraih keridhaan Allah, karena inilah satu-satunya tujuan yang layak diperjuangkan seumur hidup. Ridha Allah membawa kebahagiaan dunia dan akhirat, mendatangkan ketenangan hati, dan menjadi sebab keselamatan abadi.

Dengan memprioritaskan keridhaan Allah, seseorang tidak akan goyah meskipun menghadapi cercaan manusia. Ia akan tetap kokoh di jalan kebaikan dan kebenaran.


Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari:

✅ Jangan jadikan komentar manusia sebagai penentu langkah hidup.
✅ Utamakan kejujuran, amanah, dan keikhlasan, meskipun tidak semua orang menghargainya.
✅ Ketika dihadapkan pada pilihan antara kebenaran dan popularitas, pilihlah kebenaran demi meraih keridhaan Allah.
✅ Teguhkan hati: manusia bisa salah, bisa berubah-ubah, tapi Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui.


Penutup:

Kehidupan ini penuh dengan godaan untuk mencari pengakuan manusia. Namun nasihat emas ini mengingatkan kita untuk tetap menomorsatukan Allah, karena itulah satu-satunya tujuan yang hakiki dan kekal.

“Siapa yang mencari ridha Allah walau manusia murka, maka Allah akan meridhainya dan membuat manusia pun pada akhirnya ridha kepadanya. Namun siapa yang mencari ridha manusia sementara Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun tak ridha kepadanya.”
(Hadis Riwayat Tirmidzi)



Oleh : K.H. Muh. Izuddin Zakki (Pengasuh PP. Al-Falah Kedunglurah)
Editor : Tim Media YPP Al-Falah
Share:

"Kebutuhan manusia terhadap ilmu jauh lebih besar daripada kebutuhannya terhadap makan dan minum karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali saja dalam sehari, sedang ilmu, dibutuhkan dalam setiap embusan napas"

"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya." - Sufyan bin Uyainah

Bagi Bapak/Ibu Dewan Asatidz, Asatidzah, Wali Santri, Alumni atau Santri yang ingin menulis Artikel, Opini, Berita, Puisi, Khutbah (atau karya lainnya) dan menghendaki di PUBLIKASIKAN di Website YPP Al-FALAH ini, bisa dikirimkan melalui Email : yppalfalahkedunglurah@gmail.com. Terima Kasih

Informasi PPDB Tahun 2025

Informasi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru YPP Al-Falah Tahun 2025

INFORMASI Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2025/2026 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yayasan Pondok Pesantren AL-FALAH Kedunglurah ...

Terjemahkan

Kajian Kitab Kuning

Maqalah Imam Syafi'i

"Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran."